RSS Feed

Kiat-kiat UNAS dengan nilai memuaskan

Posted by Unknown Label:

KIAT HADAPI UN 2011

Dalam lomba lari, seorang pelari berusaha mencapai garis finish dengan catatan waktu terbaik. Ada dua faktor yang sangat menentukan dalam lomba tersebut, yaitu faktor mental dan fisik. Karena itulah, seorang pelari harus mempersiapkan mental dan fisiknya menjelang perlombaan.

Ujian Nasional (UN) tidak jauh berbeda dengan lomba lari. Jika dalam lomba lari tujuannya sampai garis finish dengan waktu terbaik, dalam UN tujuannya lulus dengan nilai terbaik. Sama halnya dengan lomba lari, faktor mental dan fisik juga sangat menentukan saat menghadapi UN. Oleh karena itu, untuk menghadapi UN kamu juga membutuhkan persiapan mental dan fisik yang prima. Untuk mempersiapkan mental dan fisikmu, ikuti tips di bawah ini.

Membangun Mental

a. Jangan Cemas

Jangan cemas menghadapi UN. Secara psikologis, rasa cemas akan mengganggu konsentrasi belajarmu. Soal-soal yang harusnya dapat kamu kerjakan tiba-tiba terasa sulit ketika rasa cemas menguasaimu. Oleh karena itu, hilangkan rasa cemasmu.

b. Belajarlah secara rutin, hindari model belajar SKS (Sistem Kebut Semalam)

Singkirkan rasa cemasmu dengan belajar secara rutin. Jangan terapka mdel belajar SKS. Model belajar semacam ini tidak membuatmu lebih baik. Ingat, kemampuan otak setiap orang ada batasnya. Belajar semacam ini justru merugikan buatmu. Selain staminamu akan terkuras habis, tidak banyak pula ilmu yang dapat kamu serap.

c. Perbanyak latihan mengerjakan soal

Berlatih mengerjakan soal akan membuatmu terbiasa berhadapan dengan soal-soal ujian. Soal latihan yang dimaksud di sini bukan sekadar kumpulan soal yang tidak jelas standarnya. Carilah soal-soal latihan yang model dan tipenya mendekati soal-soal UN. Dengan cara itu kamu dapat mengenali karakteristik soal yang biasa diujikan dalam UN. Akan lebih baik lagi jika soal-soal tersebut mengacu kisi-kisi UN. Buku Detik-Detik Ujian Nasional akan membantumu dalam hal ini karena soal-soal yang ada di dalamnya telah disesuaikan dengan kisi-kisi UN 2009. Dengan mempelajari Detik-Detik Ujian Nasional secara benar, UN 2009 bukan sesuatu yang harus dicemaskan!

d. Bayangkan kesuksesan

Bayangkan, jika kamu sukses menaklukkan UN dengan nilai memuaskan, orang tua dan gurumu akan sangat bangga. Dan, ini yang penting: Kepercayaan dirimu akan semakin kuat ketika menghadapi ujian seleksi di perguruan tinggi. Bayangkan itu.

e. Motivasilah diri dengan bahasa yang positif

Katakan: “Saya pasti berhasil menaklukkan UN 2009!” “UN 2009 bukan sesuatu yang harus ditakuti!” Katakan itu sesering mungkin. Kata-kata itu akan membuat energimu tersengat dan kamu akan mantap menghadapi UN 2009.

f. Mintalah restu orang tua

Banyak yang menganggap remeh hal ini. Padahal, restu orang tua sangat penting guna menambah keyakinan. Oleh karena itu, mintalah restu kedua orang tuamu saat akan menghadapi UN.

g. Berdoalah

Doa mempunyai kekuatan yang luar biasa asal dibarengi dengan kesungguhan dan keyakinan bahwa doa itu pasti terkabul.

Jaga Kesehatan

Mulai detik ini jagalah kesehatanmu. Jangan sampai ketika tiba waktunya menghadapi UN, kamu justru menderita sakit. Ini bisa fatal. Persiapan mentalmu menjadi tidak berguna lagi kalau kamu sakit. Oleh karena itu, mulai sekarang kamu harus menjaga kebugaran tubuhmu. Jika tubuhmu senantiasa bugar, penyakit engan menghampirimu.

Berikut ini tips untuk menjaga kesehatanmu.

a. Rajinlah berolahraga

Agar tubuhmu tetap bugar, rajinlah berolahraga. Nggak perlu olahraga berat. Yang ringan-ringan saja asal rutin misalnya jalan pagi atau lari pagi. Luangkan waktu 1-2 jam untuk berolahraga.

b. Terapkan pola hidup sehat

Pola hidup juga berpengaruh terhadap kesehatan. Terapkan pola hidup sehat agar tubuhmu senantiasa bugar. Istirahatlah yang cukup. Hindari begadang hingga larut malam sekalipun itu untuk belajar.

c. Penuhi kebutuhan gizi

Tubuhmu perlu nutrisi. Makanlah makanan yang bergizi agar kebutuhan nutrisi tubuhmu terpenuhi. Nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan otak dan tubuhmu.

d. Minum air putih

Selain murah, air putih terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, banyaklah minum air putih.

e. Saat menghadapi soal UN

§ Tenang, jangan tegang

§ Jangan hiraukan keadaan sekeliling yang dapat meruntuhkan semangat dan percaya diri

§ Usahakan tetap konsentrasi pada soal yang dikerjakan


FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KESUKSESAN UN

1. LJK (Lembar Jawab Komputer)

Pada UN 2011 nanti, kamu harus mengisi Lembar Jawab Komputer (LJK). LJK tersebut berisi data tentang mata pelajaran yang diujikan, data pribadimu, dan hasil jawabanmu. LJK ini sangat penting, jadi sebelum mengisi ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu hal-hal yang perlu kamu lakukan ketika menerima LJK.

Untuk lebih jelasnya perhatikan bagian LJK di bawah ini. Yang ditandai lingkaran merah, penting kamu perhatikan.

  • Pastikan LJK yang kamu terima masih dalam keadaan baik (tidak ada coretan, tidak terlipat, tidak robek, dan masih utuh):

1. Mark-mark hitam di LJK bagian atas dan samping kiri harus tercetak sempurna.

2. Pemotongan LJK harus tepat pada penanda potongan. Jika pemotongan terlalu masuk atau keluar lebih dari 1 milimeter, beresiko LJK tidak terbaca dengan baik.

3. Jika LJK-mu dalam keadaan tidak semestinya, segera tukarkan kepada pengawas.

  • LJK diisi dengan cara menghitamkan bulatan yang sesuai, dengan menggunakan pensil 2B for Computer. Yang perlu diperhatikan dalam menghitamkan bulatan:

1. Hitamkan bulatan dengan penuh dan jangan keluar batas bulatan.

2. Untuk pengisian identitas (Nama, Nomor Peserta, Tanggal Lahir dan kode soal), pada setiap kolom (vertical) hanya boleh diisi 1 (satu) pilihan yang sesuai dengan huruf atau angka yang kamu tulis pada kotak-kotak di atasnya.

3. Untuk Pengisian mata pelajaran dan alternatif jawaban, hanya boleh diisi satu pilihan yang sesuai. Bila diisi ganda, jawaban tersebut tidak terbaca computer.

2. Alat Tulis

· Gunakan pensil 2B for Computer. Jika tidak ada tulisan “for computer” mungkin pensil tersebut belum dilakukan pengetesan.

· Jangan menggunakan pensil yang asal murah.

· Gunakan penggaris Ujian Nasional ketika menghitamkan bulatan. Dengan menggunakan penggaris ini arsiran pensil terjamin tidak keluar dari bulatan; dan bisa mempercepat proses.

· Usahakan sesedikit mungkin menghapus.

· Jika harus menghapus, pastikan hasil hapusan harus betul-betul bersih. Gunakan penghapus yang berkualitas.

· Untuk menghindarkan kerusakan LJK akibat dari meja berlubang, gunakan alas LJK.

ICW Minta Komitmen Pemda

Posted by Unknown Label:

Pendidikan Gratis; ICW Minta Komitmen Pemda PDF Cetak E-mail
Rabu, 15 April 2009
adeDepartemen Pendidikan diminta menghitung kembali besaran bantuan.

Pemerintah daerah diminta berkomitmen membiayai pendidikan gratis di daerah masing-masing. "Tanpa komitmen pemerintah daerah, pendidikan gratis tidak akan terwujud," kata Koordinator Divisi Advokasi Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan di Jakarta kemarin.

Dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan 2009 pada Februari lalu, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menyatakan tidak boleh ada pungutan lagi dalam proses belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Siswa yang masuk sekolah negeri dijamin gratis, kecuali yang menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional.

Menurut ICW, cita-cita menggratiskan pendidikan itu masih jauh. Selama ini, kata Ade, pemerintah pusat memang telah menyubsidi pendidikan dasar melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun jumlahnya tak mencukupi.

Pemerintah mengalokasikan BOS untuk siswa sekolah dasar di kabupaten Rp 397 ribu per siswa per tahun, dan siswa sekolah dasar di perkotaan Rp 400 ribu per siswa per tahun. Untuk siswa sekolah menengah pertama di kabupaten, Rp 570 ribu per siswa per tahun. Dan untuk siswa di perkotaan, Rp 575 ribu per siswa per tahun.

"Tidak pernah ada penjelasan dari pemerintah pusat perhitungan dana itu datangnya dari mana, karena kalau dibandingkan kebutuhan minimal siswa per tahun, angka itu sangat kecil," kata Ade lagi.

Padahal, kata Ade, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional pada 2006 sudah menghitung kebutuhan minimal satu orang siswa untuk tingkat sekolah dasar Rp 1,8 juta per tahun, dan kebutuhan siswa tingkat sekolah menengah pertama Rp 2,7 juta per tahun. ICW, kata Ade, meminta Departemen Pendidikan Nasional menghitung kembali besaran BOS yang ideal, disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan gratis.

Pemerintah pusat juga diminta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan jumlah dana yang ditambahkan pemerintah daerah menjamin pendidikan dasar gratis. "Tata kelola sekolah juga harus dibenahi. Selama ini, penyaluran dana BOS tidak seratus persen bebas dari korupsi," kata Ade lagi.

Untuk membiayai program pengawasan pendidikan gratis, ICW bersama Dompet Dhuafa dan Lembaga Yappika melakukan pengumpulan dana. Dukungan publik lewat penyaluran dana ke Dompet Dhuafa itu, kata Koordinator ICW J. Danang Widoyoko, akan digunakan untuk memperbaiki tata kelola penyelenggaraan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah.

Selain itu, donasi akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemangku kepentingan di sekolah, seperti guru, orang tua, dan masyarakat, dalam menyusun rencana strategis sekolah, menyusun anggaran pendapatan dan belanja sekolah, serta anggaran pendapatan dan belanja daerah. "Mereka akan diberi pelatihan, kemudian secara bersama-sama menyusun dan mengawasi implementasi APBS," kata dia.

General Manager Resources Mobilization Dompet Dhuafa Prima Hadi Putra optimistis dana akan terkumpul untuk proyek pengawasan ini. "Kalaupun tidak, sumber dana Dompet Dhuafa lain bisa dibagi agar proyek tetap berjalan," kata dia. MANAN | REH ATEMALEM SUSANTI

Sumber: Koran Tempo, 15 April 2009